Akhirnya saya mengalami juga mahalnya membuat KTP di Cilegon.  Kemarin hari Selasa (8/5) saya mengajukan pembuatan KTP dan KK di kelurahan Kebon Dalem menghabiskan biaya sebesar 65 ribu (hasil nego). Kasus ini pernah saya baca pada harian radarbanten berikut
CILEGON – Biaya pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) di Kecamatan Cilegon dikeluhkan warga. Seorang oknum pegawai kecamatan itu, meminta Rp 100 ribu, sebagai imbalan jasa pembuatan KTP dan KK. Seperti yang dialami Wahyu (30) warga Kavling Blok F. Ia mengaku, untuk membuat dua KTP beserta istrinya dan KK harus merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah.
Dana ini dipergunakan untuk membuat surat pengantar di kelurahan hingga mengurus pembuatannya di kecamatan. Untuk biaya pembuatan KTP di kecamatan ini bisa dilakukan tawar menawar dengan oknum petugas kecamatan.
Awalnya petugas kecamatan meminta sebesar Rp 85 ribu untuk membuat dua KTP dan satu KK, namun akhirnya terjadi tawar menawar sehingga disepakati hanya Rp 60 ribu saja. Kata petugas itu, biaya ini untuk mengganti biaya cetak dan tandatangan Pak Camat, keluhnya.
Yang lebih mengherankan, oknum petugas kecamatan ini, menawarkan, jika hendak membuat satu KTP dalam waktu tiga hari memakan biaya sebesar Rp 30 ribu. Sedangkan, jika ingin selesai dalam dua pekan hanya mengeluarkan dana sebesar Rp 15 ribu. Besaran biaya tersebut, menurut Wahyu terbilang sangat mahal.
Terlebih lagi, bagi dirinya yang hanya bekerja sebagai pegawai swasta. Sebagai warga negara Indonesia, mau tidak mau saya harus memiliki identitas diri. Meskipun jujur, saya sangat keberatan sekali dengan biaya pembuatan KTP yang sangat besar, jelasnya.
Berdasarkan Perda Nomor 8/2003 tentang Retribusi Biaya Cetak KTP dan KK, masing-masing pembuatan kartu, hanya dikenakan biaya sebesar Rp 7.500. Radar Banten menginformasikan keluhan ini kepada Camat Cilegon Ibnu Hajar.
Ia mengaku belum mendengar atau menerima laporan dari warga. Saya enggak tahu siapa staf saya yang meminta biaya sebesar itu, jawabnya. Ibnu berjanji, akan segera mencari tahu siapa biangnya dan menindak tegas jika benar terbukti melakukan pungli. Enggak benar membuat KTP sampai terjadi tawar menawar, saya akan cari tahu dan memberikan tindakan tegas kepada pegawai tersebut, janjinya. (fal)

http://www.radarbanten.com/